img 5218 2

Gowes Explore Toraja – Petualangan Bersepeda yang Tak Terlupakan

Saya termasuk tipikal orang yang selalu merasa exited ketika berkunjung ke suatu tempat yang baru sama sekali (belu pernah saya kunjungi) namun sudah mendapatkan banyak cerita sebelumnya baik dari bacaan atau informasi lainnya. Dan mengacu kepada judul artikel ini, ini adalah kunjungan pertama saya ke Toraja dan saya harus mempersiapkan segalanya agar trip kali ini ada nilai plus bagi saya sehingga menjadi kenangan tak terlupakan selanjutnya.

Saya adalah seorang marketing, interaksi saya dengan calon pengguna produk di perusahaan saya harus dibangun diatas komunikasi yang berkarakter tetapi tetap setara menghargai audiens saya, dan ini seringkali menjadikan welcome bagi banyak audiens saya selama ini sehingg tidak menutup kemungkinan menjadi kesempatan bagi saya untuk sambil menyelam minum air. Ya “sambil bekerja sekaligus bisa jalan-jalan gratis” yang ini bisa saya implementasikan dalam banyak hal diantaranya adalah karena Toraja ini sangat menarik bagi saya baik secara alam dan geografis yang memiliki elevasi sekitar 700-800 Mdpl (berhawa sejuk), juga budayanya yang sudah sangat terkenal dan membuat daerah ini memiliki daya tarik tersendiri dimata banyak orang baik dalam juga luar negeri, maka saya putuskan untuk membawa sepeda lipat agar saya punya kesan lebih dengan bersepeda mengeksplorasi wilayah ini.

Dan ternyata benar sekali dugaan saya, setelah berkeliling menggunakan sepeda bersama 1 orang team yang menemani saya, saya benar-benar merasa beruntung karena sudah berkesempatan Gowes Explore Toraja sehingga trip kali ini menjadi Petualangan Bersepeda Yang Tak Terlupakan dalam hidup saya.

Kesimpulan :
Alam Toraja memang keren disepanjang perjalanan saya benar-benar menikmati petualangan yang sebenarnya, rute bersepeda yang sepi dan cukup menantang karena dibeberapa titik kita akan ketemu tanjakan yang cukup melelahkan bahkan beberapa titik juga jalan rusak tapi masik bisa dilewati dengan sepeda lipat saya, endingnya semuanya akan terbayar setelah kita melewati puncak pass yang merupakan salah satu tempat tertinggi yang warga setempat menyebutnya “To’ Tombi” sebagai “negeri diatas awan” berada di ketinggian 1470 Mdpl. Sayangnya karena perjalanan kami lumayan melelahkan sekitar 58 KM dengan Elevation Gain 970 Meter yang luar biasa bervariasi kami sudah sangat siang sampai titik tertinggi tersebut dan tidak bisa menikmati hamparan awan dibawah sana yang katanya bisa menutupi Ibu Kota Toraja Utara yang bernama Rantepao.

Seperti apa serunya petuaangan bersepeda kali ini silakan tonton videonya yang karena durasinya panjang maka saya bagi menjadi 3 part berikut ini :

1. Part 1 https://youtu.be/dW0r_raOBlk
2. Part 2 https://youtu.be/sHUvuLWKvLM
3. Part 3 https://youtu.be/gF0I1GRcrYk

Bagi yang ingin menjajal rute gowes kali ini silakan saya sertakan link Komoot berikut ini :
https://www.komoot.com/tour/1895067920?ref=itd&t_s=CROSS_PROMOTION&t_medium=komoot_tour_share


Tips :
Buat sahabat gowes yang ingin berpetualangan di Toraja menggunakan sepeda, saya sarankan untuk membawa minimal 1 orang teman, karena rute yang asyik dan syahdu untuk dilewati adalah keluar kota jalur sepi seperti yang saya jadikan rute dalam gowes kali ini.

Kenapa perlu teman, ya karena jika ada apa-apa dijalan terutama kendala dengan sepeda dan lain-lain ada teman yang bisa diajak diskusi dan mencari solusi mengingat sepanjang perjalanan dipastikan sangat jarang atau bahkan tidak ada ditemukan bengkel sepeda. Satu lagi yang wajib adalah bawa perlengkapan yang cukup terutama ban dalam, sambungan rantai, dan peralatan vital lainnya.

Oh ya orang disini ramah-ramah, sepanjang perjalanan sering ketemu orang dan kita bisa bertegur sapa dengan enjoy, bahkan di beberapa titik saya sempat ngobrol dengan penduduk yang dilewati. Nah yang perlu diperhatikan juga nih banyak sekali saya temukan anjing yang kadang bergerombol dipinggir atau bahkan di tengah jalan, namun untuk yang ini saya sampaikan gak usah khawatir, tadinya awal-awal saya sempat nervest dan agak takut karena pengalaman beberapa kali bersepeda di Bali saya dikejar anjing galak-galak, ternyata disini beda banget he he .. beneran anjing disini tuh hanya menggonggong doang karena melihat kita orang baru dari kejauhan, begitu kita sudah dekat ternyata mereka semua minggir dan bahkan ada yang lari menginggalkan kita meskipun sambil tetap menggonggong. Dah gitu aja ya ..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *